Kejujuran dan Amanah

PEMBAHASAN

 

A.Kejujuran

1.       Pengertian Jujur

Jujur merupakan salah satu sifat manusia yang cukup sulit untuk diterapkan. Sifat jujur yang benar-benar jujur biasanya hanya bisa diterapkan oleh orang-orang yang sudah terlatih sejak kecil untuk menegakkan sifat jujur. Tanpa kebiasaan jujur sejak kecil, sifat jujur tidak akan dapat ditegakkan dengan sebenar-benarnya jujur. Sifat jujur termasuk ke dalam salah satu sifat baik yang dimiliki oleh manusia.

Pengertian jujur dilihat dari segi bahasa adalah mengakui, berkata, atau pun memberi suatu informasi yang sesuai dengan apa yang benar-benar terjadi/kenyataan. Dari segi bahasa, jujur dapat disebut juga sebagai antonim atau pun lawan kata bohong yang artinya adalah berkata tau pun memberi informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran.

Jujur merupakan sikap seseorang ketika berhadapan dengan sesuatu atau pun fenomena tertentu dan menceritakan kejadian tersebut tanpa ada perubahan/modifikasi sedikit pun atau benar-benar sesuai dengan realita yang terjadi. Sikap jujur merupakan apa yang keluar dari dalam hati nurani setiap manusia dan bukan merupakan apa yang keluar dari hasil pemikiran yang melibatkan otak dan hawa nafsu.

Allah Swt. berfirman,“ Wahai orang - orang yang beriman! Kenapa kalian berkata suatu yang tidak kalian kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apaapa yang tidak kamu kerjakan.” (Q.S. as-Saff/61:2-3)

 

Pesan moral ayat tersebut tidak lain memerintahkan satunya perkataan dengan perbuatan. Dosa besar di sisi Allah Swt., mengucapkan suatu yang tidak diiringi dengan perbuatannya. Sikap jujur bisa menghantarkan pelakunya mengarah kesuksesan dunia serta akhirat. Apalagi, watak jujur merupakan watak yang harus dipunyai oleh tiap nabi serta rasul. Maksudnya, orangorang yang senantiasa istiqamah ataupun tidak berubah- ubah mempertahankan kejujuran, sebetulnya dia sudah mempunyai setengah dari watak kenabian.

Allah juga memerintahkan kita untuk bersama orang-orang yang jujur. Dalam surat at Taubah ayat 119, Allah berfirman, ““Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang sidiqin”. Bersama dengan orang-orang yang jujur diharapkan akan membuat kita untuk terbiasa menjaga kejujuran juga dalam diri kita.

Kejujuran merupakan tiang utama bagi manusia untuk menegakkan kebenaran dan segala sesuatu yang haq di muka bumi. Allah pun berfirman dalam al Quran surat al Ahzab ayat 70, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah Swt. dan ucapkanlah perkataan yang benar”.

2.       Macam-macamnya

a        Jujur dalam niatnya atau kehendaknya, artinya seseorang terdorong untuk berbuat sesuatu atau bertindak dengan dorongan dari Allah.

b       Jujur dalam ucapan, yaitu seseorang yang berkata sesuai dengan apa yang dia ketahui atau terima. Ia tidak berkata apapun, kecuali perkataan tersebut merupakan kejujuran.

c        Jujur dalam perbuatan, yaitu seseorang yang beramal dengan sungguh-sungguh sesuai dengan apa yang ada dalam batinnya.

d       Jujur dalam janji, artinya dia selalu menepati janji yang telah diucapkan kepada manusia. dia hanya mengucapkan janji yang dia tahu bisa dia tepati. (Baca juga: Ingkar Janji dalam Islam)

Jujur sesuai kenyataan, yang berarti dia menerapkan kejujuran pada segala hal yang dia alami di hidupnya. Sebagai manusia yang berharap meraih surga, kita harus berusaha untuk menerapkan kejujuran dalam semua hal di atas. Meskipun penerapannya pasti sungguh sulit, kita harus selalu berusaha untuk menjauhkan diri dari sifat dusta atau khianat. Begitu banyak godaan ataupun cobaan yang mendorong kita untuk berbuat tidak jujur. Namun, kita harus ingat bahwa barang siapa yang mampu mewujudkan sifat jujur dalam segala aspek kehidupannya, maka dia akan tercatat sebagai seorang hamba yang shiddiqin dan kehidupan dunia akan membawanya ke surga di akhirat kelak.

3.       Manfaat

a        Membuat hati tenang

Tidak hanya ganjaran di akhirat, berbuat jujur ternyata juga akan membawa kenikmatan di dunia. Dengan berbuat jujur, kita akan merasakan hati yang tenang, bebas dari kekhawatiran dan rasa was-was yang tidak perlu. Hasan bin Ali radhiallahu ‘anhu berkata, “Aku hafal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu kepada perkara yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan bohong adalah kecemasan”. Sungguh Allah Maha Pengasih yang telah menganugerahkan ganjaran mulia langsung di dunia untuk orang-orang yang jujur.

b       Menaikkan derajat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa meminta kepada Allah mati syahid dengan jujur, Allah angkat dia ke tingkatan orang-orang yang syahid”.

c        Mendatangkan berkah

Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Penjual dan pembeli (memiliki) pilihan sebelum mereka berdua berpisah, jika berdua berkata jujur dan menjelaskan (kekurangannya) maka diberkahi jual beli mereka. Dan jika berdua menyembunyikan (kekurangan) dan berbohong maka dihapus keberkahan jual beli mereka berdua”.

4.       Contoh

a        Jika izin mau ke toilet kepada guru ketika proses pembelajaran berlangsung, maka harus benar-benar pergi ke toilet bukan malah pergi ke kantin. 

B. Amanah

1.       Pengertian Amanah

Dalam bahasa arab dalam bentuk mashdar dari amānatan yang berarti dapat dipercaya. Amanah itu suatu tanggung jawab yang dipikul oleh seseorang atau titipan yang diserahkan kepadannya untuk diserahkan kembali kepada orang yang berhak.

Allah SWT meminta kita memelihara amanah. Ayat mengenai amanah yang kedua terdapat dalam surat al-mukminun ayat 8 :

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.”

Allah SWT menjelaskan amanah yang harus kita pikul selama di dunia

Ayat tentang amanah terdapat dalam surat al-ahzab ayat 72 :

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”

Kami menawarkan beban, tanggungjawab, dan kewajiban dalam ibadah, muamalat, dan pemakmuran alam kepada seluruh makhluk, namun mereka semua menolak untuk memikulnya dan merasa tanggungjawab itu teramat besar dan berat. Kemudian manusia memilih untuk memikulnya dengan segala konsekuensinya. Sungguh manusia sangat zalim kepada diri sendiri dan sangat tidak mengetahui kadar tanggungjawab.

2.       Manfaat

a        Disukai banyak orang

b       Memiliki banyak teman baru, baik di sekolah ataupun di Masyarakat

c        Dipercaya banyak orang

d       Memperoleh pahala atas perilakunya yang baik dari Allah

e        Dipermudah mencari rezeki, karena banyak orang yang menolong

f         Memiliki derajat yang tinggi, baik di mata manusia maupun di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’alaMendapatkan simpati dari semua pihak

3.       Macam-macamnya

a        Amanah dari Allah

Allah menciptakan manusia tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada-Nya. Maka, kita diberi amanah untuk bisa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Kita wajib mentauhidkan Allah dan hanya beribadah kepada Allah. Dengan demikian, mengkhianati Allah dengan berbuat syirik dan menyekutukan Allah merupakan perbuatan yang terlarang.Amanah ini merupakan amanah yang paling besar yang kita terima. Oleh karena itu, kedudukan amanah ini ada di atas semua hal lainnya. Tidak boleh kita mendahulukan amanah lainnya yang bisa mengganggu kita dalam menjaga amanah dari Allah ini.

b       Amanah terhadap sesama manusia

Adalah menjaga kepercayaan yg diberikan oleh sesama manusia.

c        Amanah terhadap diri sendiri

Untuk amanah yang ketiga ini mungkin sangat mudah kita temukan di kehidupan sehari-hari. Sebagai manusia kita mengemban amanah sebagai pemimpin di muka bumi, minimal memimpin diri kita sendiri. Kita juga berinteraksi dengan manusia lainnya yang juga akan membawa kita memikul amanah lainnya, seperti kepercayaan, janji, ataupun tanggung jawab lainnya. Semua amanah yang kita pikul ini akan dimintai pertanggung-jawabannya di akhirat kelak. Maka, amat penting bagi kita untuk selalu menjaga amanah yang kita terima, selama amanah tersebut tidak bertentangan dengan amanah kita dari Allah subhanahu wa ta’ala.

4.       Contoh

a        Menjaga titipan dan dikembalikan seperti keadaan semula jadi kalo kita dititipkan sesuatu oleh orang lain, misal pulpen, maka kita harus menjaga nya dengna baik sehingga waktu dikembalikan masih seperti keadaan semula.

b       Memelihara semua nikmat yang telah diberikan kepada Allah swt. berupa umur, kesehatan, dll. Semua nikmat yang diberikan Allah kepada manusia adalah amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

 


#Semoga Bermanfaat#


Komentar