Pendidikan Pendalaman


 PENDIDIKAN ANAK PEDALAMAN




Pendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Yang pada hakikatnya yaitu usaha manusia untuk memanusiakan manusia, karena dimana pun dan kapan pun di dunia itu terdapat pendidikan. Pendidkan merupakan salah satu cara untuk memajukan Negara dan bahkan salah satu fungsi pemerintahan adalah dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adanya progam penerapan wajib belajar umur 9 tahun merupakan salah satu bentuk pemahaman untuk meningkatkan pendidikan. Untuk terlaksananya pendidikan dengan baik dan tepat, diperlukan suatu ilmu yang mengkaji secara mandalam bagaimana harusnya pendidikan itu dilaksanakan.
Tidak dapat dipungkiri bila anak-anak yang tinggal di daerah pedalaman atau daerah 3T sangat sulit mendapatkan kehidupan yang layak seperti anak-anak pada umumnya. Mereka belum tentu bisa sekolah sampai dengan 12 tahun, dari SD sampai dengan SMA. Banyak hal yang menjadi masalah, mereka kesulitan dalam manjangkau lokasi sekolah. Jarak antara rumah dan sekolah atau tempat belajar itu sangat jauh. Melewati area perkebunan, bebatuan yang jalannya naik turun (tidak rata). Bahkan ada anak yang sekolah itu naik perahu, karena jalan menuju sekolahnya harus menyeberangi perairan (danau kecil).
Minimnya alat transportasi untuk pergi ke sekolah. Mereka rela jalan berjam-jam, hanya untuk datang ke sekolah belajar bertemu dengan guru-guru dan teman-temannya. Bahkan berjalan kaki menuju ke sekolah dengan tanpa alas kaki. Ada juga yang harus menyeberangi sungai sambil menjunjung sepatu dan tasnya demi sampai ke lokasi mereka menuntut ilmu. Mungkin dari mereka juga tidak mengenal gadget atau alat komunikasi canggih yang ada pada saat ini.
Kurangnya tenaga pengajar di pedalaman karena sulitnya mencari pengajar yang mau mengajar di daerah terpencil. Banyak hal yang menjadi alasan tidak mau mengajar di daerah terpencil. Salah satunya karena jauh dari keluarga. Kurangnya tenaga pendidik yang kompeten yaitu kecakapan atau ketrampilan yang dimiliki oleh seorang guru. Sehingga menjadi kan anak didik itu malas saat pelajaran, karena guru yang mengajar kurang terampil. Kemudian penerapan kurikulum yang belum sesuai dengan standar, serta masih minimnya fasilitas sekolah yang mendukung proses pembelajaran
Fasilitas pembelajaran yang kurang memadai juga menjadi masalah pendidikan anak pedalaman. Tempat mereka untuk menuntut ilmu (Sekolah) seperti ala kadarnya saja. Seperti ketersediaan bangku dan meja belajar yang sudah rusak, tapi masih digunakan. Ruang kelas yang kecil, bisa untuk menampung banyak siswa. Kadang mereka hanya berkumpul di tempat hutan (diluar kelas), dan tak jarang juga mereka memanfaatkan bangunan, lapangan, dibawah pohon untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Jarang temui adanya fasilitas  yang memadai di sekolah-sekolah pedalaman. Apalagi tentang teknologi, seperti computer, jauh dari tangan mereka.

Sejalan dengan proses pemerataan pendidikan, peningkatan mutu untuk setiap jenjang pendidikan melalui persekolahan juga dilaksanakan. Peningkatan mutu ini diarahkan pada peningkatan mutu dan lulusan, proses pembelajaran, guru, sarana dan prasarana, serta anggaran yang digunakan untuk menjalankan pendidikan. Berikut adalah cara un tuk memperbaiki pendidikan di pedalaman:
1.   Sosialisasi
Sosialisasi adalah langkah pertama yang harus di lakukan. Mengingat anak-anak di sana harus mengetahui  seberapa pentingnya pendidikan. bagi masyarakat yang tinggal dipedesaan ataupun daerah terpencil, mereka menganggap pendidikan itu tidak penting. Bagi mereka, lebih baik bekerja daripada sekolah. Alasan utamanya sudah pasti bisa ditebak, karena jika bekerja mereka bisa mendapatkan uang, sedangkan sekolah hanyabuang-buang uang saja. Di tambah lagi dengan kondisi saat ini yang sangat susah mencari pekerjaan.
Pendidikan adalah memberi pengetahuan. Pendidikan memberi kita banyak pengetahuan tentang berbagai hal dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia ini, pendidikan juga dapat memberikan pandangan bagi kehidupan. Tidak hanya memberi kita pengetahuan akan tetapi mengajarkan kita pada sopan santun dan hal- hal yang benar. Pendidikan memupuk kita menjadi individu dewasa individu yang mampu merencanakan masa depan dan mengambil keputusan yang tepat dalam hidup. Dan pendidikan yang baik akan membuat kita lebih manusiawi.
Pendidikan menghapuskan pemikiran yang salah dalam benak kita, membantumemberikan gambaran yang jelas tentang hal-hal yang berada disekitar kita agar tidak kebingungan. Pendidikan mampu mengobarkan api semangat dalam diri, semangat untuk mencari hal-hal yang belum diketahui, semangat bertanya, semangat dalam menjalani kehidupan.
2.   Motivasi
Perlunya dalam memberikan motivasi untuk masyarakat. Sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi ini bertujuan untuk mendorong semangat belajar anak didik. Salah satu bentuk motivasi yaitu dengan memberikan hadiah kepada anak didik yang berprestasi, mau mendengarkan pelajaran dari awal sampai dengan akhir dan ketika anak didik bisa mengerjakan tugasanya dengan baik. Memotivasi anak agar senantiasa mempertahankan prestasinya selama berstudi  dan tidak menutup kemungkinan akan mendorong anak didik lainnya untuk ikut berkompetisi dalam belajar.
3.   Donasi Dana dari Pemerintah
Perlunya dana besar untuk membangun fasilitas-fasilitas sekolah pedalaman dan biaya pendidikan untuk anak yang yang kurang mampu. Sehingga dengan demikian factor dana bukanlah persoalan untuk tidak bersekolah. Pembangunan gedung sekolah secara merata, karena gedung sekolah adalah bagian yang paling utama dalam sekolah. Tanpa membedakan mana yang berada di kota maupun mana yang berada di desa.Semua memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh fasilitas gedung sekolahan demi kenyamanan dalam belajar.
Oleh karena itu, Pemerintah harus lebih memperhatikan pendidikan karena semua akan berjalan dengan baik jika atas manajemennya dalam hal ini pemerintah mampu dan mau untuk lebih peduli terhadap pendidikan di daerah terpencil. Dengan kepedulian pemerintah yang didukung oleh semua fasilitas pendukung pendidikan maka pendidikan yang diharapkan di daerah tidak akan kembali dan akan lebih layak.
4.   Evaluasi Kinerja Guru
Guru adalah satu-satunya pengaruh besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan Indonesian. Jangan karena sekolah pedalaman  sehingga guru yang di  tugaskan ke desa pedalaman yang sembarsangan. Tetapi perlu di lihat juga kinerja gurunya. Kebaikan seorang guru ketika memberikan pelajaran akan selalu diingat oleh anak didiknya. Hampir semua contoh baik yang dicontohkan oleh guru akan ditiru oleh anak didiknya. Jadi sebaiknya guru yang mengajar itu memiliki karakter yang baik, sabar. Bukan guru yang ditakuti oleh anak didiknya karena kegalakannnya saat mengajar.
Kinerja seorang guru akan nampak pada situasi dan kondisi kerja sehari-hari dalam aspek kegiatan menjalankan tugas dan cara /kualitas dalam melaksanakan kegiatan/ tugas.
5.   Pembagian Buku-Buku Pelajaran Gratis
Buku adalah buah pikiran yang berisi ilmu pengetahuan hasil analisis terhadap kurikulum secara tertulis. Buku disusun menggunakan bahasa sederhana, menarik, dan dilengkapi gambar serta daftar pustaka. Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan, gambar, atau tempelan.
Ketika pemerintah memberlakukan biaya setinggi-tingginya untuk harga sebuah buku,itu sama artinya dengan membatasi kemauan seseorang dalam membuka wawasan pengetahuan mereka. Melalui buku,Indonesia pasti bisa membuka wawasan dunia. Dengan adanya buku, bahan bacaan membuatanak didik untuk gemar membaca.
Buku teks pelajaran merupakan bahan ajar dan sumber belajar yang mudah ditemukan dan digunakan. Manfaat atau Kegunaan Buku Pelajaran, (1)Membantu peserta didik dalam melaksanakan kurikulum karena disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku, (2)Menjadi pegangan guru dalam menentukan metode pengajaran, (3)Memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengulangi pelajaran atau mempelajari materi yang baru, (4)Memberikan pengetahuan bagi peserta didik maupun pendidik. Sehingga guru maupun peserta didik juga tidak harus dipusingkan lagi dengan pemilihan sumber belajar yang akan digunakan.
6.   Pembagian Peralatan Sekolah Gratis
Masih banyak warga negara yang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan peralatan sekolah.Anak-anak sekolah di seluruh penjuru tanah air berhak mendapatkan fasilitas peralatan sekolah dari pemerintah secara gratis.Hal ini dimaksutkan untuk menunjang kegiatan belajar mereka,selain itu sebagai bentuk pemberian dukungan agar mereka lebih bersemangat dalam menuntut ilmu di sekolahan.
Dengan adanya peralatan sekolah gratis, tentunya kan dapat mengurangi sedikit beban orang tua yang menyekolahkan anaknya. Selain itu juga pasti anak didik kembali semangat untuk bersekolah lagi. Sehingga tidak ada lagi anak yang tidak sekolah karena orang tua tidak bisa membiayainya sekolah sampai lulus SMA.
7.   Pemenuhan kebutuhan guru di berbagai pelosok daerah
Guru merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan.Tanpa adanya guru yang berkualitas maka mustahil seorang anak dapat terdidik dengan baik.Ketika banyak guru honorer yang bekerja secara ikhlas di berbagai daerah,maka seharusnya pihak pemerintah tanggap dalam menyejahterakan kehidupan mereka yaitu dengan memberikan tunjangan guru sewajarnya.Hal ini perlu dilakukan agar guru dapat lebih bersemangat lagi dalam mendidik dan mengajar anak-anaknya.Bagi guru PNS yang sering melakukan pelanggaran kode etik pegawai,maka tidak ada salahnya untuk ditugaskan berdinas di pelosok daerah.

Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan merupakan usaha yang terencana untuk mewujudkan moral dan karakter bangsa. Anak bangsa bakal menjadi penerus bangsa yang akan memberikan pengaruh besar terhadap perubahan negeri ini. Ini merupakan hal yang harus mendapat perhatian khusus.
Kendala pendidikan di daerah terpencil adalah sarana dan prasana yang kurang memadai, jumlah dan kualitas tenaga pendidik yang buruk, tidak adanya kesadaran dari masyarakat pentingnya pendidikan, kurangnya perhatian dari pemerintah, akses jalan, listrik, dan internet yang sangat buruk atau bahkan tidak ada, serta biaya pendidikan yang mahal. Solusi dari berbagai kendala pendidikan di daerah terpencil adalah pemikiran seluruh komponen masyarakat harus dibenahi, perlunya perhatian yang lebih dari pemerintah baik untuk sekolah, tenaga pendidik, dan pelajarnya, serta perbaikan semua sarana dan prasarana tidak hanya di sekolah itu saja, tetapi juga di daerah tersebut.

Komentar